Jumat, 20 April 2012

mengelola aktiva tetap

1.    Pengertian Aktiva Tetap
       Aktiva tetap adalah aktiva yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk aktivitas /operasi 
       perusahaan dan memiliki manfaat lebih dari satu tahun. Aktiva tetap ini mempunyai sifat tetap 
       atau permanen dibeli untuk digunakan dalam kegiatan normal perusahaan,tidak
       untuk dijual kembali dan nilainya cukup besar atau material. 
Suatu aktiva dapat dikatakan 
       termasuk dalam aktiva tetap apabila memenuhi  kriteria sebagai  berikut :
       a. Mempunyai bentuk fisik
       b. Digunakan dalam kegiatan normal perusahaan bukan untuk dijual kembali atau  investasi.
       c. Dapat dipakai atau digunakan secara berulangulang.
       d. Masa manfaatnya lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan.
       e. Mempunyai nilai yang cukup material artinya nilai atau harga aktiva tersebut cukup tinggi.

      Berdasarkan sifat-sifatnya,aktiva tetap dibagi atas :
       a. Aktiva tetap berwujud (tangible fixed assets) : Aktiva yang mempunyai bentuk fisik 
           contoh.Tanah dan perbaikan tanah, Gedung dan perbaikan gedung, Mesin dan  
           eguipment pabrik,Mebel,Kendaraan.
       b. Aktiva tetap tidak berwujud (intangible fixed assets) : adalah suatu hak  tertentu untuk
           jangka  panjang yang mempunyai nilai ekonomis dan yang tidak mempunyai bentuk  fisik.

2.   Harga Perolehan
       Harga perolehan/harga pokok aktiva tetap meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk
       mendapatkan aktiva tersebut sehingga siap untuk dipakai dalam kegiatan normal 
       perusahaan.
       Unsur-unsur yang dipertimbangkan dalam perhitungan harga perolehan aktiva  tetap mungkin saja
       berbeda atau jenis aktiva tetap yang satu dengan yang lainnya.
       Unsur harga perolehan suatu aktiva tetapi dapat dilihat dalam uraian berikut ini.
       a. Tanah : Harga beli tanah dari pemilik, biaya survei, biaya perantara atau komisi, biaya
            pematangan tanah, biaya balik nama di Agraria/BPN.
       b. Gedung : Biaya perencanaan oleh arsitek, IMB, asuransi selama pembangunan, bunga selama
           pembangunan atas uang pinjaman untuk  pembiayaan pembangunan gedung dan semua
           pengeluaran lainnya yang dibutuhkan sehubungan dengan pembangunan gedung serta biaya
           pemilikannya.
      c   Mesin : Harga mesin menurut faktur pembelian, biaya angkutan, bea masuk PPN, bongkar dan
           angkut ke dalam pabrik, pasang dan stel mesin dan percobaan mesin
      d.  Kendaraan : Harga kendaraan menurut faktur pembelian, bea balik nama.

3.   Cara memperoleh aktiva tetap
      Untuk memiliki aktiva tetap perusahaan menempuh beberapa cara :
      Contoh:
      a.    Pembelian tunai
             1. Pada tanggal 1 April 2007 dibeli tunai sebuah kendaraan seharga  Rp.30.000.000,00. Biaya
                  balik nama, asuransi dan lainlain  Rp.1.800.000,00, biaya bongkar muat, Rp. 600.000,00,

Tgl
Keterangan
ref
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2007




Agt  01
Kendaraan

 32.400.000,00


      Kas


32.400.000,00






             2. Pada tanggal  2 juni 2007 dibeli tanah dan bangunan dengan harga   Rp 200.000.000,00 (
                 termasuk biaya yang berhubungan dengan perolehannya )
                  Menurut taksiran kantor pajak aktiva tersebut dinilai sebagai berikut :
                         Harga tanah                                    Rp. 100.000.000,00
                         Harga bangunan                             Rp    60.000.000,00
                                                   jumlah                Rp  160.000.000,00

                  Atas taksiran tersebut maka harga perolehan masing-masing aktiva ditetapkan sebagai berikut,  
                        Harga perolehan tanah          =     Rp  100.000.000,00  x Rp 200.000.000,00
                                                                            Rp  160.000.000,00
                                                                    =     Rp. 125.000.000,00
                                                                           ==============
                       Harga perolehan bangunan     =     Rp    60.000.000,00  x Rp 200.000.000,00
                                                                            Rp  160.000.000,00
                                                                    =     Rp.  75.000.000,00
                                                                           ==============
Tgl
Keterangan
ref
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2007




June 2
Tanah

125.000.000,00


Bangunan

  75.000.000,00


     Kas


200.000.000,00






     b.   Pembelian kredit. Pada tanggal 1 April 2007 dibeli sebuah mesin dengan 60 kali angsuran
           bulanan Rp.500.000,00. Harga  tunai mesin tersebut Rp.24.000.000,00
Tgl
Keterangan    
ref
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2007




Agt  01
Mesin

 24.000.000,00


Bunga yg  ditangguhkan

   6.000.000,00


      Utang Angs            


30.000.000,00
                 Penjelasannya.
                 Aktiva yang dibeli secara kredit atau yang pembayarannya diangsur jangka  panjang harus
                 dicatat sebesar harga tunainya. Selisih antara harga tunai dengan jumlah seluruh angsuran
                 diperlakukan sebagai bunga dan dialokasikan secara proporsional sebagai beban bunga
                 periode-periode selama masa  kontrak pembelian, jurnal setiap angsuran adalah sebagai berikut :

Tgl
Keterangan
ref
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2007




Mei  01
Utang angsuran

      500.000,00


 Beban Bunga

      100.000,00


     Bunga yg
    ditangguhkan        


     100.000,00

    Kas


     500.000,00

       c.      Pertukaran dengan aktiva non moneter.Sebuah mesin dengan harga  perolehan
                Rp. 20.000.000,00.telah disusutkan Rp.12.000.000,00.Pada tanggal 15 Maret  2007 Mesin
                tersebut ditukarkan dengan sebuah mesin baru seharga Rp. 30.000.000,00. Dalam pertukaran
                itu mesin lama dihargai Rp. 6.000.000,00.

Tgl
Keterangan
ref
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2007




Agt  01
Mesin ( baru )

 30.000.000,00


Rugi pertukaran

   2.000.000,00


Akm.peny.mesin

12.000.000,00


    Mesin  ( lama )


20.000.000,00

    Kas


24.000.000,00
                  Penjelasan:
                                    Harga mesin lama                               Rp. 20.000.000,
                                    Telah disusutkan                                (Rp. 12.000.000,)
                                    Nilai sisa                                          Rp.   8.000.000,
                                    Penilaian waktu penukaran                  Rp.    6.000.000,
                                    Rugi pertukaran                               Rp    2.000.000,
                                                                                              ============
       d.    Jika aktiva tetap diperoleh dengan dibangun sendiri, harga perolehannya sama
              dengan semua biaya yang dikeluarkan sampai dengan aktiva yang  bersangkutan siap dipakai. Misal
              Pembangunan gedung, harga perolehan gedung tersebut selain  biaya  pembangunannya sendiri, juga
              termasuk biaya pembuatan dan pengurusan IMB.
       e.   Sumbangan pihak lain/ hadiah, aktiva tetap tersebut dicatat sebesar harga pasar
             (harga yang wajar), disertai dengan mengkredit akumulasi modal (modal / hadiah /
             sumbangan/ donator )
             Contoh :
             Pada tanggal 1 Maret 2007 diterima hadiah dari pemerintah sebuah mesin senilai
             Rp  12.500.000, Maka Jurnalnya :
       
Tgl
Keterangan
ref
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2007




Apr  01
Mesin

 12.500.000,00


      Modal donasi


12.500.000,00





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar